amorim
Eropa Premier League

Manchester United di Bawah Ruben Amorim: Menang Lebih Banyak Saat Tak Kuasai Bola

MANCHESTER — Sepuluh laga telah berlalu di Liga Primer Inggris musim 2025–26, dan perlahan tapi pasti Manchester United mulai menunjukkan pola permainan yang solid di bawah asuhan Ruben Amorim.
Pelatih asal Portugal itu tetap mempertahankan formasi 3-4-3 andalannya, namun dengan sejumlah penyesuaian taktik internal yang membuat tim bermain lebih cepat dan lebih langsung dalam beberapa pekan terakhir.

“Saya tidak yakin kami harus selalu membangun serangan dari belakang.”

Statistik pun mendukung perubahan arah tersebut. Sejak Amorim mengambil alih kursi pelatih pada November 2024, United justru lebih sering meraih kemenangan ketika tidak menguasai bola.
Dari total 37 laga Liga Primer di bawah Amorim, Setan Merah hanya meraih 5 kemenangan dari 23 laga dengan penguasaan bola di atas 50 persen. Sebaliknya, mereka menang 7 kali dari 14 laga dengan penguasaan bola di bawah 50 persen — rasio 1,79 poin per laga, jauh di atas rata-rata saat mendominasi bola.

Bagi Amorim, filosofi itu bukan kebetulan, melainkan hasil dari pemahaman karakter skuadnya.

“Saya ingin mencetak gol dalam dua operan. Tapi terkadang Anda harus membangun serangan. Tugas saya adalah mengenali situasi mana yang membutuhkan itu.”

“Kami tidak harus bermain dengan banyak sentuhan. Kalau ada ruang, gunakan. Karena fans ingin melihat sepak bola yang berbeda — sepak bola Inggris yang cepat dan intens.”

Baca Juga: Adidas Luncurkan 22 Jersey Negara untuk Piala Dunia 2026: Rayakan Warna, Budaya, dan Identitas

Gaya Main Baru: Transisi Cepat dan Efisien

Manchester United

Permainan cepat United terlihat jelas dalam kemenangan atas Liverpool bulan lalu. Gol pembuka di Anfield berawal dari perebutan bola kedua oleh Bruno Fernandes, yang langsung mengirimkan umpan terobosan ke Amad Diallo di sisi kanan. Dua operan kemudian, bola sudah bersarang di gawang Liverpool.
Hanya dalam tiga sentuhan dan dua umpan vertikal, United berhasil mencetak gol tanpa harus mendominasi jalannya pertandingan.

Trio depan baru mereka — Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo — menjadi kunci sistem ini. Ketiganya memiliki kemampuan transisi cepat dan eksplosif, ditopang Bruno Fernandes yang gemar memainkan umpan menembus garis pertahanan.
Dalam sistem Amorim, setiap pergerakan dihitung sebagai “permainan angka” — mencari keunggulan jumlah pemain di area tertentu sebelum menembus pertahanan lawan.

Baca Juga: Persib Bandung Bawa Misi Naikkan Peringkat Liga Indonesia di Kompetisi AFC

Risiko dan Realita

Meski strategi ini terbukti efektif dalam laga besar, Amorim menyadari bahwa pendekatan cepat dan langsung juga punya risiko. United memang lebih efisien dalam menciptakan peluang, tetapi juga lebih sering membiarkan lawan menekan lebih dalam.
Meski begitu, sang pelatih tampak tenang. Selama lawan dipaksa menembak dari jarak jauh dan United bisa mengatur tempo serangan balik, ia percaya timnya tetap berada di kendali permainan — meski tanpa dominasi bola di statistik.

Pendekatan ini juga konsisten, baik saat bermain di Old Trafford maupun tandang. Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah umpan panjang dan progresi cepat bola ke depan musim ini dibandingkan tahun lalu.


“Yang penting bukan berapa lama kami menguasai bola, tapi bagaimana kami menggunakannya.”

“Kami mulai bermain dengan karakter yang lebih kuat, lebih tajam, dan lebih cepat. Itu identitas kami sekarang.”

Menuju Kestabilan

Setelah awal musim yang naik-turun, United kini tampak lebih percaya diri dengan gaya bermain baru mereka. Meski belum sepenuhnya sempurna, Amorim seolah menemukan keseimbangan antara struktur dan improvisasi, antara kendali dan insting menyerang.
Jika tren ini berlanjut, bukan tak mungkin Manchester United akan kembali menjadi kekuatan yang ditakuti — bukan karena mereka mendominasi bola, tetapi karena mereka tahu kapan harus melepaskannya.


Penulis: Aditya R. Mahendra
Editor: Rizky Pratama

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *