Perjalanan karier Assan Ouédraogo bisa dibilang luar biasa cepat sekaligus penuh ujian. Dalam waktu singkat, pemain muda kelahiran 2006 ini telah melewati berbagai fase penting — dari sensasi di level junior hingga kini resmi menembus tim nasional Jerman senior di usia 19 tahun.
Pemain jebolan akademi Schalke 04 itu awalnya menarik perhatian publik setelah tampil gemilang bersama Timnas Jerman U-17 dan mengantarkan timnya meraih gelar juara Eropa. Tak lama berselang, ia juga mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda sekaligus starter termuda dalam sejarah Schalke di level profesional.
Namun, perjalanan gemilang itu sempat terhenti karena cedera panjang.
Cedera dan Perjuangan Bangkit
Usai tampil di Piala Dunia U-17 di Indonesia, nasib kurang beruntung menimpa Ouédraogo. Dalam laga fase grup melawan Selandia Baru, ia mengalami cedera pergelangan kaki serius (robekan pada anterior syndesmosis) yang membuatnya absen hingga Maret 2024.
Cedera tersebut menjadi pukulan berat, apalagi Schalke kala itu tengah berjuang di papan bawah 2. Bundesliga. Namun, setelah pulih, ia perlahan kembali ke lapangan, tampil beberapa kali, dan akhirnya menarik minat klub besar.
Pada musim panas 2024, RB Leipzig resmi merekrutnya dengan mahar sekitar 10 juta euro, menjadikannya salah satu transfer pemain Jerman U-19 termahal saat itu.
Ujian di Klub Baru
Sayangnya, masa adaptasi Ouédraogo di Leipzig juga tidak berjalan mulus. Ia sempat diganggu cedera lutut yang kambuh saat pramusim dan kemudian mengalami cedera otot paha ketika tampil di Liga Champions melawan Inter Milan. Akibatnya, ia harus menepi selama sisa musim 2024/25.
Namun, begitu musim baru dimulai, ia langsung menunjukkan kelasnya. Ouédraogo melakukan debut sebagai starter di Bundesliga pada 20 September 2025 melawan Köln, dan mencetak gol pembuka dalam kemenangan Leipzig. Sejak itu, ia kembali mendapat tempat di skuad utama, mencatat tiga assist dan satu gol tambahan di liga.
Dipanggil Julian Nagelsmann ke Timnas Jerman
Kebangkitannya akhirnya berbuah manis. Pelatih Julian Nagelsmann memanggil Ouédraogo ke skuad Timnas Jerman untuk kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pemain berpostur 1,91 meter itu dianggap memiliki kemampuan alami sebagai gelandang box-to-box — tangguh secara fisik, cerdas dalam membaca permainan, dan punya naluri menyerang tinggi.
Rekan setimnya di Leipzig, David Raum, memuji keteguhan mental Ouédraogo:
“Apa yang dia lalui selama setahun terakhir tidak mudah, bahkan secara mental. Tapi dia tetap rendah hati, bekerja keras, dan terus berkembang.”
Menariknya, laga penting kualifikasi Jerman kontra Slovakia akan digelar di Leipzig, kota tempat Ouédraogo bernaung. Banyak pihak menilai itu momen yang sempurna untuk memberi debut resmi bagi sang bintang muda — mungkin saja dengan skenario ideal, yaitu gol di debut timnas senior.
Dari Gelsenkirchen ke Panggung Dunia
Bagi Assan, perjalanan ini tak hanya soal karier sepak bola, tapi juga ketabahan dan keyakinan. Ia sempat mengakui dalam wawancara dengan Bild bahwa masa-masa cedera membuatnya banyak belajar tentang kesabaran dan mental juara.
Kini, dengan kepercayaan dari Nagelsmann dan dukungan penuh dari RB Leipzig, masa depan Ouédraogo terlihat semakin cerah.
Dari anak ajaib Schalke hingga calon bintang timnas Jerman — kisahnya menjadi bukti bahwa kerja keras dan keteguhan hati selalu berbuah hasil.




