Musim 2025/2026 dari kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia — yang dikenal sebagai BRI Super League — kembali menghadirkan persaingan sengit antar klub. Dengan jadwal padat, intensitas pertandingan tinggi, serta banyaknya kejutan, posisi klasemen cepat berubah. Berikut ulasan lengkapnya:
Papan Atas: Siapa yang Tampil Konsisten
Saat artikel ini ditulis, beberapa klub berhasil menoreh start yang sangat baik:
-
Borneo FC Samarinda memimpin klasemen dengan 10 pertandingan dan 10 kemenangan, total 30 poin.
-
Persija Jakarta berada di posisi kedua dengan 11 pertandingan, 7 menang, 2 seri, 2 kalah, dan 23 poin.
-
Malut United FC menempati posisi ketiga dengan 10 pertandingan, 6 menang, 2 seri, 2 kalah dan total 20 poin.
-
Persib Bandung juga tampil apik dengan 9 pertandingan, 6 menang, 1 seri, 2 kalah dan 19 poin.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Umumkan Piala Dunia 2026 Akan Jadi yang Terakhir: “Waktunya Akan Tiba”
Analisis
-
Borneo FC menunjukkan perfoma sempurna hingga titik ini, menunjukkan bahwa konsistensi dan kedalaman skuad menjadi kunci.
-
Persija Jakarta, meskipun kalah dua kali, tetap kukuh di posisi runner‑up — menunjukkan bahwa mereka cepat “bangkit” di pertandingan berikutnya.
-
Malut United dan Persib Bandung menunjukkan bahwa persaingan papan atas tidak hanya milik “klub besar” tradisional saja — menarik untuk dicermati.
-
Selisih poin antar tim papan atas cukup terasa, namun bukan margin yang aman — satu kekalahan atau dua hasil buruk bisa mengubah peta klasemen.
Zona Tengah: Pertarungan Sengit untuk Naik Kelas
Di bawah papan atas, kelompok klub yang berada di posisi 5‑10 menyuguhkan persaingan yang nyaris sama sengitnya:
-
PSIM Yogyakarta mengumpulkan 19 poin dari 11 pertandingan (5 menang, 4 seri, 2 kalah).
-
Bhayangkara FC (atau Bhayangkara Presisi Lampung FC) berada di kisaran yang sama di 18 poin dari 11 lag, menunjukkan stabilitas.
-
Persita Tangerang juga di sekitar 18 poin dari 11 laga.
Catatan penting
-
Klub‑klub zona tengah ini memiliki peluang besar untuk “menyergap” tim papan atas jika performa naik.
-
Namun, mereka juga rentan ditinggal jika kalah beruntun — terutama karena selisih poin di bawah cukup rapat.
-
Kunci sukses mereka: minimalkan kekalahan, raih hasil seri jika tak bisa menang, dan optimalkan laga kandang.
Zona Bawah: Siapa yang Perlu Waspada?
Beberapa klub belum menemukan ritme terbaik dan berada di posisi berbahaya:
-
Dewa United Banten FC dengan 11 lag, hanya 3 menang, 1 seri, 7 kalah — total 10 poin.
-
PSBS Biak mengumpulkan 9 poin dari 11 laga (2 menang, 3 seri, 6 kalah).
-
Persijap Jepara juga menyandang posisi sulit, dengan 11 lag dan hanya 2 menang (total 8 poin).
Peringatan
-
Klub‑klub ini harus segera memperbaiki performa, terutama ketika menghadapi lawan sesama zona “berbahaya”.
-
Kehilangan momentum awal (beberapa laga) bisa berdampak panjang hingga akhir musim.
-
Faktor seperti cedera pemain, mental tim, dan kualitas pelatih menjadi krusial untuk melakukan “recovery”.
Baca Juga: Barcelona vs Timnas Spanyol Memanas: Lamine Yamal Dicoret Usai Jalani Perawatan Rahasia
Tabel Singkat Klasemen (Update Terbaru)
| Pos | Klub | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol Masuk : Gol Kebobolan | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Borneo FC Samarinda | 10 | 10 | 0 | 0 | 23 :4 | 30 |
| 2 | Persija Jakarta | 11 | 7 | 2 | 2 | 22 :11 | 23 |
| 3 | Malut United FC | 10 | 6 | 2 | 2 | 19 :12 | 20 |
| 4 | Persib Bandung | 9 | 6 | 1 | 2 | 14 :6 | 19 |
| 5 | PSIM Yogyakarta | 11 | 5 | 4 | 2 | 15 :13 | 19 |
Catatan: Data dapat berubah setiap pekan. Pastikan tabel diperbaharui setelah setiap matchday.
Faktor‑Faktor yang Berperan dalam Perubahan Klasemen
-
Konsistensi hasil – Tim papan atas yang terus menang membuka jarak aman.
-
Selisih gol – Tidak hanya menang, tetapi menang dengan margin bagus memberi keunggulan.
-
Jadwal pertandingan – Tim dengan laga berat beruntun berisiko kehilangan poin.
-
Cedera & rotasi pemain – Kedalaman skuad menjadi penentu saat padat jadwal.
-
Atmosfer kandang – Dukungan suporter dan kondisi kandang masih sangat penting di Indonesia.
Outlook: Apa yang Bisa Terjadi Selanjutnya?
-
Jika Borneo FC tetap konsisten, mereka bisa mendulang gelar lebih cepat. Tetapi, dibarengi satu dua kekalahan bisa membuka pintu bagi Persija atau Persib.
-
Klub dari papan tengah punya kesempatan besar untuk “menyerang” papan atas, terutama bila mereka memenangkan derbi atau pertandingan tandang melawan tim besar.
-
Di zona bawah, klub‑klub yang tertinggal harus mulai “berlari” agar tidak terperosok ke zona degradasi — margin poin kecil namun bisa jadi hukuman besar.
-
Dengan intensitas kompetisi yang tinggi, tiap pekan bisa sangat menentukan — terutama ketika “momentum” tim mulai naik atau turun.
Musim 2025/2026 dari BRI Super League menunjukkan bahwa persaingan semakin terbuka dan intens. Tidak ada tim yang bisa berpuas diri, karena satu kekalahan bisa merubah kondisi. Untuk penggemar sepak bola Indonesia, ini berarti: tetap ikuti update setiap pekan dan jangan remehkan klub “underdog”.
Penulis: Faisal Prasetyo
Editor: Edikin Purba




