Madrid — La Liga kembali menegaskan dominasinya, bukan hanya di atas lapangan, tapi juga dalam urusan pembinaan pemain muda. Berdasarkan laporan analisis terbaru yang diterima klikfaktabola.com, kompetisi elite Spanyol itu kini menjadi liga dengan nilai pasar pemain akademi tertinggi di Eropa untuk musim 2025/2026.
Data tersebut memperlihatkan keberhasilan sistem pembinaan La Liga dalam mencetak, mengembangkan, serta memaksimalkan potensi talenta muda menjadi aset bernilai tinggi di pasar transfer Eropa.
Pemain Akademi Bernilai Total Rp28,3 Triliun
Menurut laporan resmi, pemain hasil binaan akademi klub-klub La Liga kini memiliki total nilai pasar mencapai €1,46 miliar (sekitar Rp28,3 triliun).
Angka itu menempatkan La Liga di peringkat pertama Eropa, mengungguli Premier League di posisi kedua dengan total €1,07 miliar, disusul Bundesliga (€960 juta), Serie A (€890 juta), dan Ligue 1 (€760 juta).
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa strategi pembinaan jangka panjang klub-klub Spanyol berjalan efektif dan berkelanjutan, terutama dalam memproduksi pemain muda yang kompetitif di tingkat profesional.
Pembinaan Jadi Pilar Utama Strategi Kompetisi
Kepala Departemen Proyek Sepak Bola La Liga, Juan Florit, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil konsistensi seluruh klub dalam membangun fondasi kuat di level akar rumput.
“Investasi pada akademi dan pelatihan pemain muda telah menjadi bagian penting dari DNA sepak bola Spanyol. Kami melatih lebih baik, menjaga lebih banyak talenta, dan menjual dengan nilai yang lebih tinggi. Semua dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Florit dalam keterangan resminya.
Florit menambahkan bahwa pengembangan pemain muda bukan hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga menciptakan stabilitas ekonomi bagi klub dan kompetisi secara keseluruhan.
Dampak Ekonomi Signifikan di Bursa Transfer
Keberhasilan sistem ini juga berdampak langsung pada keuangan klub. Dalam bursa transfer musim panas 2025, klub-klub La Liga mencatat pendapatan €289 juta hanya dari penjualan pemain lokal hasil akademi — rekor tertinggi dalam sejarah liga.
Dalam lima tahun terakhir, kontribusi pendapatan dari penjualan pemain akademi meningkat dari 27 persen menjadi 45 persen, jauh di atas rata-rata liga-liga top lainnya: Bundesliga (31%), Serie A (28%), Ligue 1 (26%), dan Premier League (22%).
Menariknya, angka tersebut tetap tinggi meskipun tanpa menghitung kontribusi Real Madrid dan Barcelona, dua klub raksasa Spanyol yang kerap mendominasi nilai pasar pemain muda. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan merata di hampir seluruh klub La Liga, termasuk tim-tim menengah seperti Real Sociedad, Villarreal, dan Athletic Bilbao.
Lingkungan Ideal untuk Talenta Lokal
Selain aspek ekonomi, La Liga juga dipandang sebagai lingkungan terbaik bagi pemain muda untuk berkembang. Struktur kompetisi yang terintegrasi memungkinkan pemain mendapatkan pengalaman bertanding sejak dini, bahkan hingga ratusan laga di level usia muda.
Spanyol dikenal memiliki standar pelatih yang tinggi di semua kategori, mulai dari akademi dasar hingga profesional. Hal ini menjadi faktor penting yang mendorong konsistensi keberhasilan dalam pembinaan.
Selama periode 2014–2024, tim-tim nasional Spanyol dari berbagai kategori mencatat rekor impresif dengan 16 gelar juara dan 14 kali runner-up internasional — tertinggi di Eropa.
Bahkan, empat dari lima Kopa Trophy terakhir diraih pemain asal akademi klub-klub La Liga, memperkuat reputasi Spanyol sebagai produsen talenta kelas dunia.
Menjadi Rujukan Global
Keberhasilan ini membuat La Liga menjadi model pembinaan yang diadopsi secara internasional. Federasi dan liga dari Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Latin telah menjalin kerja sama resmi dengan pihak La Liga untuk mempelajari sistem pengembangan tersebut.
Salah satunya adalah kesepakatan dengan Chinese Football League (CFL) dan China Football Association (CFA) yang mencakup pertukaran pelatihan pelatih, manajemen akademi, serta konsultasi teknis.
Presiden La Liga, Javier Tebas, bahkan dipercaya sebagai penasihat internasional bagi CFL — tonggak penting dalam ekspansi pengaruh sepak bola Spanyol di dunia.
Misi Ke Depan
Ke depan, La Liga berencana memperluas program pembinaan global dengan fokus pada pelatihan pelatih muda, deteksi bakat usia dini, dan pengembangan kompetisi akar rumput.
Tujuannya jelas: memastikan bahwa model pembinaan Spanyol tak hanya menguntungkan secara domestik, tapi juga berkontribusi bagi perkembangan sepak bola internasional.
“Kami ingin mengekspor praktik terbaik dan terus berbagi pengetahuan untuk memperkuat sepak bola global yang lebih berkelanjutan,” tutup Juan Florit.
Reporter: Dino Alfiansyah
Editor: Nurhidayahsari Lubis
Sumber: Laporan Resmi La Liga 2025, klikfaktabola.com, Marca, dan Transfermarkt




